Kaos Ciri Khas Makassar

LIMITED EDITION

Kaos ini sejak beberapa bulan terakhir mulai diproduksi sejumlah anak muda kreatif yang melihat peluang ini sebagai bisnis menjanjikan. Jika Anda melihat kaos bertuliskan Osela yang merupakan singkatan Okkot Sejak Lahir, itu merupakan salah satu produk Bereng-bereng yang mengusung tema keunikan-keunikan yang sering terjadi di tengah masyarakat.

Jika Bali terkenal dengan kaos Joger-nya, diharap Makassar bisa juga diwakili lewat Bereng-bereng-nya. Anas, Riset Kreatif Bereng-bereng mengemukakan ide menciptakan kaos Bereng-bereng ini adalah dari kurangnya produk t-shirt lokal yang menandakan ciri khas Makassar. Kaos ini awalnya diperuntukkan sebagai cinderamata asal Makassar. Namun karena keunikannya, cukup mendapat ‘hati’ di kalangan pecinta t-shirt yang ada di kota ini.

“Awalnya kami berpikir, selain terkenal dengan sirup markisa, minyak tawon, lipa’ sabbe dan beberapa cinderamata lain yang bisa dijadikan buah tangan dari sini, harus ada produk lokal berupa kaos atau t-shirt. Kalau Bali terkenal dengan Joger-nya, kita juga harus ‘menjual’ Bereng-bereng sebagai salah satu ikon ole-ole dari sini ,” kata Hendri, saat ditemui pada salah satu petak ruko New Zamrud Jl AP Pettarani Makassar, tempat dimana ia memasarkan karyanya.

Produk ini juga lahir untuk mengatasi kejenuhan anak muda terhadap produk distro yang banyak bertebaran di Makassar.

Berbeda dengan t-shirt yang sudah ada sebelumnya, Bereng-bereng diproduksi terbatas (limited edition). Untuk satu model dan satu tema, hanya diproduksi maksimal 20 kaos. Kualitas kain, dijamin bagus karena menggunakan katun combat 1205.

Proses pemasarannya pun cukup unik. Selain dari mulut ke mulut, juga ditawarkan via internet. Pangsa pasar utamanya kalangan anak muda. Harga jualnya relatif murah, mulai Rp60 ribu untuk t-shirt lengan pendek dan Rp65 ribu untuk t-shirt lengan panjang. Untuk menghindari adanya penjiplakan produk, pihaknya sementara mengurus hak paten produk in

About these ads
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: